Kamis, 27 Mei 2010

Asuransi Jiwa

Sekitar 3 tahun yang lalu gue pernah ditawari asuransi oleh temen baik gue, dan karena awalnya kasihan akhirnya gue ambil asuransi yang saat itu lagi booming. Tanpa berpikir untung ruginya gue langsung ikut. Saat itu gue mikir hanya dengan Rp. 350.000,- gue bisa di cover 34 penyakit dll dan pasti ada asuransi kecelakaan, kesehatan dsb di dalamnya, All in one hehehehe… Gue baca-baca polisnya dan sebagai orang awam saat itu gue lebih berpikir….. hmmm 10 tahun lagi gue sudah menikmati hasilnya dan hanya ongkang 2 kaki… karena premi tidak hangus… itung2 nabung dan investasi.
Setelah 8 bulan berlalu gue mulai iseng membaca secara terperinci isi polis tersebut dan mulai googling ke blog financial planner tentang asuransi, dan kebetulan sekali beberapa teman di suatu milis sedang aktif membicarakan tentang asuransi. Dan jreennnggg .. mata gue mulai terbuka ternyata selama ini asuransi yang gue ambil itu adl. UL (unit link) tidak full asuransi dan bercampur dengan investasi. OOhh apa pula ini????
Sebenarnya asuransi yang gue miliki selama ini ada 2 : asuransi kesehatan dan JAMSOSTEK hehehe asuransi yang standard bangetttt…. Seluruhnya dari kantor gue dan suami juga tapi saat ini gue udah mulai mikir harus punya asuransi jiwa! Kenapa???? Karena :
• Penghasilan gue INSYA ALLAH telah mencukupi.
• Gue tidak mau meninggalkan warisan untuk anak-anak gue warisan utang misalnya : cicilan rumah dll
Kenapa gue berhenti dari asuransi UL dan pindah ke asuransi jiwa (asji) aza? Banyak hal yang jadi pertimbangan gue untuk hal ini selain lebih kecil biaya preminya kalau terpisah antara asuransi dan investasi, kalo investasinya terpisah akan memperoleh keuntungan lebih besar, ada beberapa pertimbangan lain, yaitu : ( sumber : priyadi’s blog)
• Klausul guaranteed renewability. Klausul ini memastikan nasabah dapat memperpanjang perlindungan setelah kontrak berakhir tanpa syarat sama sekali dengan kenaikan premi seperti yang tertera dalam polis. Dengan klausul ini, perusahaan asuransi tidak berhak untuk memutuskan perlindungan jika misalnya nasabah menderita sakit keras. Hindari produk yang tidak memiliki klausul ini.
• Harga premi, semakin rendah tentunya semakin menguntungkan. Tapi jangan terlalu terpaku pada harga premi pada saat pertama kali anda masuk asuransi. Bandingkan pula harga premi untuk tahun-tahun berikutnya. Prioritaskan evaluasi harga premi pada 10-15 tahun pertama.
• Jangka waktu perlindungan, semakin rendah semakin baik. Ambillah asuransi term life dengan masa pertanggungan 5 tahun atau lebih kecil lagi. Jika memungkinkan ambillah masa pertanggungan 1 tahun, atau yang lebih dikenal dengan YRT/ART (yearly/annual renewable term). Karena adanya klausul guaranteed renewability, tidak menjadi masalah jika nasabah nantinya akan mengambil asuransi jiwa selama 20 tahun misalnya.
• Perlindungan tambahan (rider). Tetapi tidak perlu mengambil manfaat kesehatan karena kemungkinan besar kita akan membutuhkan asuransi kesehatan lebih lama daripada asuransi jiwa. Sebaiknya manfaat kesehatan diambil secara terpisah jika memang diperlukan.
Setelah itu gue baru googling kembali mencari jenis-jenis asuransi jiwa yang sesuai dengan pertimbangan
Oh ya asuransi jiwa itu ada 2 macam : term life dan whole life sebenarnya sih ga jauh perbedaan Cuma di jangka waktunya aza. Kalau whole life itu sampe umur 99 tahun…tapiii jarang bgt ya umur manusia sampai 99 tahun, umur kita 60 tahun aza mungkin udah punya cucu hehehe… artinya anak kita pun sudah berdikari… (halah… istilah tahun 80 an..ketauan deh umur gue hihihi)
Jangan lupa jika ingin membeli asuransi jiwa harus sesuai kebutuhan kita, bukan kebutuhan agentnya lho hehehe… karena pada umum asuransi jiwa itu jarang ditawarkan oleh para agentnya karena maaf mengandung komisi yang kecil berbeda dengan UL, tapi itu kembali ke individu agent itu sendiri sih..

1 komentar:

  1. Salam Kenal,

    Saya M. Ibnu Setiawan. Saat ini saya merupakan agen asuransi Allianz. Sekedar ingin sharing pengalaman saya mengenai pencarian produk asuransi jiwa.

    Background pekerjaan saya sebelum jadi agen adalah wiraswasta, usia saya waktu itu 30 tahun (thn 2014), sudah berkeluarga dengan 1 anak perempuan berusia 1 tahun. Saya sedang mencari info proteksi asuransi jiwa sebesar 1 Miliar, budget sekitar 300 ribu-an per bulan. Setelah ber-googling ria dan korespondensi lewat email, saya dapat 3 ilustrasi asuransi murni/termlife.

    Ilustrasi yang pertama, produk syariah, premi 3 juta per tahun, tenor 15 tahun, gak bisa bayar bulanan. Kalo yang kedua, termlife konvensional, premi minimal 4 juta, tenor 20 tahun, dapet UP-nya lebih besar yaitu 1,335 M, ada garansi perpanjangan, tapi sama dengan yang pertama, gak bisa bayar bulanan (waktu itu). Trus yang ketiga termlife konvensional juga, preminya 3,6 juta per tahun, tenor 20 tahun, dan bisa bayar bulanan, tapi jadi lebih mahal sekitar 12%. Jadi bayarnya kalo bulanan jadi sekitar 336 ribu per bulan.

    Karena saya pribadi pengen produk yang syariah. Masih berlanjutlah pencarian saya hingga akhirnya nemu produk unit link syariah dari Allianz. Beruntung saya ketemu dengan agen yang bagus, dibuatkanlah ilustrasi unit link syariah dari Allianz ini buat saya dengan premi minimal tapi proteksi maksimal. Dengan profil saya, UP 1 Miliar preminya 355 ribu per bulan, tidak perlu tes medis, bayar premi terus selama ingin punya proteksi. Premi pun bisa flat hingga lebih dari 20 tahun, dengan catatan hasil investasi rata-rata sekitar 6-7% per tahun. Bahkan saya gak perlu risau dengan garansi perpanjangan, selama premi bayar terus, hasil investasi bisa nutupin biaya-biayanya, maka polis akan aktif terus. Sungguh sangat berbeda dengan beberapa agen unit link dari perusahaan lain yang pernah nawarin ke saya, selalu nawarin cuma bayar 10 tahun, ada hasil investasi, “gratis” asuransi seumur hidup.

    Sempat bingung milih antara termlife yang bisa bayar bulanan 336 ribu atau yang premi 355 ribu dari Allianz ini. Terus terang saya milih yang bisa bulanan karena terasa meringankan. Sempet “vakum” sampai 2 minggu-an karena bingung dan juga kesibukan di toko. Sebagai testing sebelum ngambil keputusan terhadap 2 produk ini, saya coba tambah ridernya. Saya coba ambil rider pembebasan premi karena cacat tetap total dan penyakit kritis. Ternyata premi keduanya jadi sama, 375 ribu per bulan. Dan akhirnya saya pun memilih produk unit link syariah dari Allianz ini, namanya Allisya Protection Plus. Dan 2 bulan sesudahnya saya memutuskan untuk menjadi agennya.

    Sangatlah penting mempunyai asuransi jiwa untuk proteksi penghasilan kita. Sedangkan untuk jenis asuransi yang mau kita pilih, mau unitlink atau termlife, itu hanya skema saja. Yang paling penting untuk kita adalah manfaat yang kita peroleh, sesuai atau tidak dengan perencanaan keuangan yang kita punya. Jadi bukan hanya sekedar “Say No unit Link”. Kita harus tetap bijak memilih sebuah produk asuransi.

    Terima Kasih

    Regards,
    M. Ibnu Setiawan
    Blog: http://agenasuransisyariah.com

    BalasHapus